“Saat pingsan, beberapa temanya mengaku mempermainkan alat kelamin anak saya. Karena sering di-bully dan diancam temanya, anak saya sekarang takut ke sekolah,” ujarnya.
Terkait kejadian yang menimpa anaknya, Suyanto meminta pihak sekolah mengusut dan menangani peristiwa itu. “Saya menuntut keadilan baik dari sekolah maupun polisi. Ini semata-mata demi anak saya,” katanya.
Sementara itu pihak sekolah enggan dimintai keterangan terkait adanya kejadian ini. Pihak sekolah mengaku sudah menyerahkan kasus bullying itu ke Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.
Kepala SMP Negeri 1 Doko, Subandi saat dikonfirmasi tidak berada di sekolah. Saat dihubungi via telepon, terdengar nada aktif namun tidak direspons.