Khofifah mengatakan, semua pihak saat ini telah bekerja untuk memastikan penumpang terlayani dengan baik.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin mengatakan, semua persiapan untuk arus mudik Lebaran 2019 tidak ada masalah. Sejak beberapa hari lalu, pihaknya berkeliling ke sejumlah daerah untuk mengecek kondisi angkutan.
“Hasil evaluasi kami, hanya 3 persen dari total armada bus yang tidak memenuhi standart kelaikan. Tetapi, para pemilik telah direkomendasikan untuk melakukan perbaikan,” katanya.
Sementara itu, pantauan di lapangan, belum ada lonjakan penumpang hingga H-7 Lebaran. Seluruh armada bus dari berbagai trayek masih terpantau normal. Menurut Khofifah, puncak arus mudik diperkirkan baru akan terjadi pada H-3 Lebaran nanti.
“Kemarin itu justru lebih kecil daripada animo masyarakat pada H-7 tahun lalu. Karena sangat mungkin di 1 Juni mungkin anak-anak yang sekolah masih upacara, ASN masih upacara. Sangat mungkin kenaikannya pada hari Minggu,” katanya.