Serukan Kampanye Simpatik, Ruhut: Jangan Terprovokasi Ucapan Nyinyir

Ihya Ulumuddin
Juru Bicara Tim Kampanya Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Tim pemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin menyerukan kampanye simpatik pada seluruh pendukung dan relawan. Selain untuk menjaga situasi kondusif, model kampanye simpatik juga lebih terhormat dan beradab.

Seruan ini disampaikan juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ruhut Sitompul di Surabaya, Jawa Timur. Ruhut juga meminta para pendukung dan simpatisan Jokowi-Ma’ruf Amin agar tidak terprovokasi dengan komentar-komentar nyinyir dari tokoh lawan, seperti Amin Rais dan Fadli Zon. Jika pun terpaksa menanggapi, kata Ruhut, tanggapilah dengan senyuman.

"Kalau ada yang banyak ngoceh, yang vokal-vokal itu Fahri Hamzah, Fadli Zon, termasuk Pak Amin Rais, senyumin aja. Biarin aja," kata Ruhut berbicara di hadapan relawan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Deklarasi dan Pelantikan Gabungan Pengurus Bravo-5 se-Jawa Timur, Minggu (30/9/2018).

Dia mengatakan, secara tidak langsung kritik pedas yang kerap disampaikan lawan-lawan politik justru akan mengangkat elektabilitas Jokowi. "Surveinya Pak Jokowi makin naik. Itu faktanya. Jadi, biarin aja dia ngoceh, bahkan itu membantu kita," kata Ruhut.

Ketua Bravo-5 Jatim, Ubaidillah Amin Moechammad, mengatakan pihaknya telah menyiapkan basis data kinerja Jokowi untuk bahan kampanye relawan, baik di dunia nyata maupun maya. "Saya juga sudah memerintahkan semua relawan Bravo-5 se Jawa Timur agar berkampanye secara santun, tidak menjelekkan kubu lawan," tandasnya.

Dalam kesempatan ini, digelar pula doa bersama untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Penggalangan donasi yang akan disalurkan kepada korban juga dilakukan. Satu jam kotak peduli gempa Sulteng berjalan, terkumpul bantuan lebih dari Rp6 juta dan 400 dolar Amerika.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka

57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal