"Kesetiaan seekor anjing selama 12 hari pascaerupsi, masih menunggu tuannya yang menjadi korban erupsi Semeru," tulis Christian dikutip iNews.id, Kamis (16/12/2021).
Christian menyebutkan, sejak hari pertama pascaerupsi Gunung Semeru, anjing itu sudah memberikan isyarat meminta tolong kepada para sukarelawan. Dia ingin menunjukkan lokasi beberapa jenazah korban erupsi Semeru, termasuk tuannya. Hanya saja, banyak yang tidak mengerti isyarat yang ditunjukkan Nemo.
"Dari hari pertama dia sudah memberi isyarat meminta tolong pada relawan dan warga lokasi beberapa jenazah. Tapi banyak relawan dan warga yang ga ngerti. Karena takut anjing, mereka ga mengikuti arah anjing ini berjalan," kata Christian.
Beruntung di hari ketiga pascaerupsi, anjing setia itu akhirnya bertemu dengan dua sukarelawan dari Baret Rescue. Salah satunya bernama Radit. Dia mengikuti Nemo. Berkat Nemo pula, relawan menemukan beberapa jenazah korban erupsi.
"Sampai di hari ketiga dia bertemu Mas Radit dan Mas Radit mengikutinya. Akhirnya beberapa jenazah berhasil dievakuasi," katanya.