Sejarah Masjid At-Thohiriyah Tertua di Malang, Peninggalan Laskar Pangeran Diponegoro

Avirista Midaada
Masjid At-Thohiriyah yang merupakan masjid tertua di Malang berdiri di kawasan Jalan Bungkuk RT 4 RW 4 Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: MPI/Avirista M)

Pada akhirnya, lambat laun Kiai Hamimuddin mulai merintis pondok pesantren (Ponpes) yang menjadi cikal bakal Ponpes Miftahul Falah, Singosari. Perjuangan Kiai Hamimuddin dalam menyebarkan agama Islam ini dibantu oleh KH Thohir yang merupakan menantu Kiai Hamimuddin. Sosoknya merupakan keturunan dari Ponpes Canggaan di Bangil, Pasuruan.

"Dari masjid yang (renovasi) kedua tadi rupanya nggak bisa nampung lagi, jemaahnya makin lama makin besar. Karena jemaah salat Jumat saja nggak nampung sampai ke rumah warga ada di aula. Untuk urusan ibadah nggak ideal sehingga terpikir bagaimanapun harus dipugar, itu sekitar 16 tahun lalu," katanya.

Akhirnya masjid tertua itu pun diputuskan direnovasi dengan penambahan atap di lantai dua untuk menampung jemaah. Konstruksi pun didesain sedemikian rupa dengan menggunakan 41 fondasi. Satu fondasi untuk menara ditanam sedalam 3 meter, sedangkan lainnya ditanam sedalam sekitar 2 meter.

"Ketika diumumkan dan orang-orang mendengar Masjid Bungkuk ini mau dibangun orang berdatangan subuh dengan bawa linggis, bawa pacul, bawa apa saja yang dia punya, bukan orang jemaah sini, tahu betul saya bukan orang sini," ucapnya.

"Ternyata dengar orang datang dari mana-mana untuk ikut beramal ikut macul-macul bikin fondasi memang sudah ditetapkan 41 lubang dikasih kayu. Jadi orang sudah milih lubang sendiri-sendiri," katanya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

57 tahun lalu

Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!

57 tahun lalu

Kisah Pemberontakan Gagal Pangeran Diposono, Kerabat Keraton Nekat Lawan Belanda

57 tahun lalu

Kisah Pangeran Diponegoro Lolos dari Kepungan Ribuan Pasukan Belanda di Perang Jawa

57 tahun lalu

Mengenal Pusaka Sakti Pangeran Diponegoro, Keris Ki Ageng Bondoyudo dan Panah Sarutomo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal