Sejarah Masa Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit akibat Perebutan Takhta

Avirista Midaada
Ilustrasi wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit di masa kejayaannya. (Foto: ist)

Wikramawarddhana memerintah selama 12 tahun hingga 1400 M sebelum mengundurkan diri dan menyerahkan tahta kepada anaknya, Suhita.

Menurut kitab Pararaton, Suhita adalah anak kedua, karena putra makhota pertamanya Bhre Tumapěl wafat lebih dahulu pada 1399 M.

Pengangkatan Suhita menimbulkan konflik internal. Perselisihan terjadi antara keturunan Wikramawarddhana dan Bhre Wirabhūmi, putra Hayam Wuruk dari seorang selir. Meski tidak berhak atas tahta, Bhre Wirabhūmi menolak pengangkatan Suhita karena sebelumnya dia sudah diberi kuasa atas wilayah Blambangan.

Kerajaan Majapahit menjadi bukti kejayaan nusantara pada abad ke-14. Meski akhirnya runtuh akibat konflik internal dan perebutan kekuasaan, peninggalannya tetap dikenang sebagai salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia.

Keruntuhan Kerajaan Majapahit memberi pelajaran penting tentang bagaimana perebutan kekuasaan dan konflik internal bisa melemahkan kejayaan sebuah kerajaan.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sengketa Tanah di Masa Majapahit, Ketika Pejabat Istana Kalah Gugatan Lawan Rakyat

57 tahun lalu

Momen Majapahit Dibumihanguskan, Pergolakan Internal Akhiri Kejayaan Kerajaan Besar Nusantara

57 tahun lalu

Tragedi Perang Bubat, Pernikahan Kerajaan Sunda-Majapahit Berubah Jadi Pertumpahan Darah

57 tahun lalu

Misteri Hayam Wuruk Naik Tahta: Raja Majapahit Termuda Lahir saat Letusan Gunung Kelud!

57 tahun lalu

Sejarah Berdarah Pemberontakan Ranggalawe di Tuban: Pasukan Majapahit Dipukul Mundur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal