Santri di Malang Lapor Polisi, Mengaku Dianiaya Pengasuh Ponpes

Avirista Midaada
Ilustrasi santri melapor ke polisi mengaku dianiaya pengasuh di Malang, Jawa Timur. (Foto: Ist)

MALANG, iNews.id - Seorang santri dari pondok pesantren (ponpes) di Singosari, Kabupaten Malang melapor ke polisi menjadi korban dugaan penganiayaan dari pengajar atau pengasuh. Dugaan penganiayaan itu berlangsung pada akhir Agustus 2024.

Informasi yang dihimpun iNews, identitas korban berinisial DA (15) warga Pujon, Kabupaten Malang. Dua datang dengan didampingi orang tuanya melaporkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang.

Kanit PPA Satreskrim Polres Malang Aiptu Nurlehana saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan oleh santri dari salah satu ponpes di Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

"Benar, kami sudah menerima laporan korban. Dugaannya penganiayaan yang dilakukan oleh pengasuh atau pengajar," ujar Aiptu Nurlehana, Rabu (4/9/2024).

Pada laporan itu, korban mengaku dianiaya pengajar berinisial RM (25) pada Minggu (25/8/2024) dini hari. Pelaku disebut telah memukul korban menggunakan tangan kosong hingga mengalami luka lebam dan memar di bagian wajah serta tubuh lainnya. Luka lebam yang dialami itu belum hilang saat korban melapor ke Polres Malang.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Anak Durhaka! Pria di Makassar Ancam Bunuh Ayah Pakai Parang gegara Judol 

57 tahun lalu

Brutal! Kakak Aniaya Adik Perempuan di Gowa hingga Memar di Sekujur Tubuh

57 tahun lalu

Gempa Bumi Hari Ini Guncang Malang Jatim, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Tak Bisa Berenang, Santri di Banjarnegara Hilang Terseret Arus Sungai Serayu

57 tahun lalu

Pria Penganiaya Perempuan Petugas SPBU di Makassar Ditangkap Polisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal