Santri Balik ke Pesantren, Golkar Jatim: Pemerintah Harus Subsidi untuk Rapid Test

Ihya Ulumuddin
Wakil Ketua Bidang Kerohanian DPD Golkar Jatim Muhammad Bin Mu'afi Zaini.

Namun, jika proses kembalinya santri ke pesantren dilakukan asal-asalan, tanpa screening tepat, maka kata Gus Mamak, bisa jadi justru menjadi blunder. Sebab, tingkat kepadatan pesantren menjadikan interaksi fisik lebih intens.

Menurut Gus Mamak, proses screening tidak bisa dipasrahkan begitu saja kepada pesantren. Pasalnya, pengetahuan pengasuh ponpes tentang penanganan kesehatan rata-rata masih awam.

“Jadi, jika pemerintah lepas tangan, ini akan jadi bumerang bagi Jatim,” katanya.

Dia optimistis, jika proses pengembalian santri berjalan sukses tanpa membawa virus, di bawah bimbingan para pengasuh, maka bukan tidak mungkin, Covid-19 akan berkurang.

“Doa 1,1 juta orang ditambah tenaga pendidiknya ini Insyaallah akan signifikan sebagai ikhtiar batin memerangi Covid-19,” katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sejarah Pondok Pesantren Lirboyo dan Sosok KH Abdul Karim yang Lahirkan Ulama Besar

57 tahun lalu

Hari Santri 2025, Menag Ungkap Pemerintah Siapkan Eselon 1 Khusus Tangani Pesantren

57 tahun lalu

Hari Santri 2025, Menag Nasaruddin: Pesantren Motor Peradaban Dunia

57 tahun lalu

Pesantren Lansia di Masjid Agung Demak Selama Ramadhan, Tidak Dipungut Biaya

57 tahun lalu

Puluhan Tahun Beroperasi, Kini Terminal Tanah Habang Dibongkar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal