Sambangi Festival Jaga Bumi, Mega dan Puti Asyik Bermain Ular Tangga

Ihya Ulumuddin
Calon Wakil Gubernur Jatim Puti Guntur bermain ular tangga di salah satu stand di acara Festival Jaga Bumi, Minggu (29/4/2018). Puti ditemani Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto:Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Puti Guntur Soekarno terkesan dengan mainan tradisional di Kota Surabaya. Politisi PDIP ini tidak menyangka mainan anak-anak itu masih eksis di kota besar sekelas Surabaya. Karena itu, saat melihat stan permainan tradisional di Festival Jaga Bumi, Puti pun menyempatkan diri mampir dan bermain.  

“Ibu Megawati dan kami semua sangat terkesan dengan permainan anak-anak yang masih didapati dan dilestarikan di kota besar seperti Surabaya ini,” kata Puti Guntur Soekarno di Surabaya, Senin (30/4/2018).

Saat menghadiri Festival Jaga Bumi, Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI), Megawati Soekarnoputri, melihat-lihat stan. Salah satunya berisi permainan anak-anak. Terlihat anak-anak sedang bermain di sana. Presiden ke-5 RI itu didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Calon Wakil Gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno.

Megawati, Puti Guntur, Susi Pudjiastuti dan Tri Rismaharini, menghampiri anak-anak yang sedang bermain. Mereka menyapa ramah dan gembira terhadap para pewaris masa depan negeri ini.

Megawati dan Puti bahkan mencoba permainan ular tangga, dalam alat peraga seluas 4x4 meter. Megawati melemparkan dadu. Ternyata, dadu menunjukkan angka 4. Dipandu petugas, Megawati melangkah naik empat trap, meninggalkan Puti di belakang.

Kemudian, dadu dilempar lagi, keluarlah angka 5. Suasana pun menjadi riuh. Megawati dan Puti Guntur terlihat menikmati permainan ular tangga. Kotak-kotak itu diisi pesan-pesan yang edukatif, misal, bangun pagi, santun, saya akan jujur dan seterusnya. “Saat ini sudah langka dolanan (mainan) anak-anak, apalagi di perkotaan. Tapi di Surabaya, kami menemukan itu,” kata Puti.

Masih banyak jenis permainan anak-anak. Ada dakon, permainan bola bekel, gobak sodor, dan sejenisnya. “Dolanan anak-anak atau permainan itu memupuk toleransi, sportivitas, persahabatan, tolong-menolong, yang bermanfaat bagi edukasi anak-anak. Mereka menjadi tidak individualistik,” ucap Puti.

Mainan anak-anak, kata Puti Guntur, yang pernah menghidupi dunia anak-anak di masa lalu sangat berbeda dengan dunia permainan masa sekarang. “Sekarang anak-anak lebih suka bermain game sendiri tanpa peduli sekitarnya,” kata Puti.

Dia berharap pemerintahan lokal di Jatim mendorong pelestarian mainan anak-anak. “Di masyarakat, saya yakin banyak pewarisan masa lalu, termasuk aneka jenis dolanan anak-anak, yang mengandung nilai-nilai positif,” kata Puti.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka

57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal