“Ada beberapa luka ditemukan di bagian kemaluan korban,” ujar Kapolres Pasuruan.
Setelah memerkosa korban, pelaku membawanya ke sawah. Dia kemudian merampas perhiasan korban seperti liontin dan gelang emas. Tak puas sampai di situ, pelaku memukul dengan kayu yang diambil oleh istrinya di lokasi kejadian. Korban selanjutnya ditenggelamkan ke kubangan sawah hingga tak bernyawa.
Kapolres Pasuruan mengatakan, hasil pemeriksaan secara marathon dan olah TKP, polisi menyimpulkan pembunuhan tersebut sudah direncanakan oleh MT. Sementara istrinya ikut membantu untuk menghabisi nyawa korban. Namun, polisi masih memastikan lagi motif pelaku.
“Motif sebenarnya kami belum bisa simpulkan. Kami masih mengidentifikasi di luar saja bahwa orangnya meninggal, barangnya hilang, jadi ini perampokan,” ujarnya.
“Cuma niat sebenarnya seperti apa, kami masih dalami dan libatkan ahli psikologi. Secara logika berpikir, hanya manusia yang tidak waras aja yang melakukan ini. Orang sudah tidak berdaya, sudah dibenamkan, pelaku balik lagi untuk memastikan korban sudah mati, dibenamkan lagi,” kata AKBP Rofik Ripto Himawan.