Bagi warga Surabaya, Risma dikenal tak ada sekat. Risma tetap seperti warga biasa yang datang dan berbicara tentang hal-hal yang kecil, mekipun menjadi orang nomor satu di Kota Pahlawan.
“Pernah malam-malam saat ada banjir di Winokromo, Bu Risma datang dan ikut mengambil sampah di selokan,” kata Iswahyudi, salah satu warga lainnya.
Baginya, kehilangan Risma yang kini bertugas menjadi Mensos sangat berat dirasakan warga. Karena bagi mereka mengenal Surabaya yakni mengenal Risma. “kami tentu kehilangan, nanti akan rindu marah-marahnya Bu Risma di Surabaya,” ujarnya.