Namun, hingga saat ini belum ada kepastian atas dana tersebut. Padahal, sebelumnya kebutuhan anggaran tersebut telah disiapkan oleh Pemkab Jember. “Semula sudah dianggarkan Rp5,8 miliar. Namun, anggaran dibatalkan tanpa sebab jelas,” katanya.
Para buruh khawatir, bila suntikan dana tersebut tidak ada, maka operasional PD Perkebunan Kahyangan akan berhenti. Imbasnya, ribuan buruh akan kehilangan pekerjaan karena tidak bisa lagi menggarap kebun.
“Karena itu kami tidak akan tinggal diam. Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan melakukan aksi lebih besar lagi. Bila perlu kami akan menduduki kantor Pemkab Jember,” katanya.