Dia menambahkan, untuk mengelabui petugas, penjualan miras kini juga juga memanfaatkan media sosial untuk menawarkan dagangannya. Sementara pengantaran barang dilakukan lewat jasa pengantar online.
Rata-rata, miras yang dijual lewat media sosial dan jasa antar online ini memiliki harga di atas Rp1 juta. Mereka merasa, jual beli lewat media sosial ini lebih aman.
Penjual dan pembeli tidak bisa bertemu langsung. Jual beli miras online ini tergolong baru.
"Hal ini tergolong modus baru sehingga menyulitkan petugas untuk menelusuri siapa penjual miras," katanya.
Selain menyita miras yang dijual online, petugas juga tetap merazia warung-warung dan toko-toko yang diduga menjual minuman-minuman tersebut tanpa izin.