"Nah pemilu itu akan menentukan nasib bangsa kita ke depan. Kita akan memilih orang yang kita anggap bisa menjadi nakhoda untuk bangsa kita, bisa meletakkan fondasi bangsa kita ke arah yang benar sehingga angka korupsi diturunkan sekecil-kecilnya," katanya.
Sebab, menurut Dewan Penasihat TPNGanjar-Mahfud ini, tindak pidana korupsi merupakan ancaman bagi negara dan penghambat kemajuan negara. Tahun 2045, Indonesia diramalkan akan menjadi negara kelima terkaya di dunia, namun hal itu sulit dicapai kalau masih ada koruptor.
"Jangan sampai demokrasi di Indonesia dikompromikan. Kita tidak mau lagi ada nepotisme, kolusi dan korupsi. Jadi semua orang harus mempertahankan demokrasi di Indonesia," kata putri KH Abdurrahman Wahid ini.