Upaya untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik tersebut juga tercermin dalam fungsi pesantren, yakni sebagai pusat pendidikan, pusat dakwah, dan pusat pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, Wapres menekankan pentingnya proses perbaikan di dalam lembaga pendidikan Islam pondok pesantren secara berkelanjutan.
"Melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik secara berkelanjutan, secara sustainable, sehingga terjadi proses perbaikan-perbaikan. Bahasa sekarangnya namanya inovasi, ada inovasi, continuous improvement karena memang selalu ada pembaharuan-pembaharuan yang baik itu," ucapnya.
Perwakilan pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin Herry Santoso mengatakan, Menara Masjid Syaikhona KH Ghozali bin Abdussalam dibangun selama 5 bulan, mulai 30 Juli 2021 hingga selesai pada 30 Desember 2021.
Menara masjid tersebut memiliki tinggi 56 meter dengan mengambil arti dari lima rukun Islam dan enam rukun iman.
Pengerjaan menara masjid tersebut dilakukan oleh para santri dan alumni Pondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin serta dibantu oleh masyarakat sekitar dengan menghabiskan dana lebih dari Rp2 miliar.