Selain itu, setelah berkomunikasi dengan mahasiswa yang berada di sana, Nurhasan mendapatkan informasi jika izin tinggal mahasiswa yang menerima beasiswa 1 semester akan habis pada 2 Februari 2020, sementara saat ini Wuhan sedang diisolasi.
Mahasiswa tersebut langsung diberi arahan untuk tenang, oleh lembaga yang akan membantu tambahan beasiswa dan segala sesuatunya. "Kami senantiasa berdoa agar mereka selalu baik-baik saja," katanya.
BACA JUGA: Waspada Virus Korona, KKP Surabaya Pasang Body Thermal Scanner di Bandara Juanda
Nurhasan menambahkan, para mahasiswa tersebut saat ini masih tinggal di Wuhan, karena sudah ada penanganan dari kampus setempat. "Di CCNU memang sudah ada penanganan tersendiri dari kampus kepada mahasiswanya, khususnya mahasiswa asing," ujarnya.
Di kampus setempat, lanjut Nurhasan, ada alat pengukur suhu di setiap asrama dan ada pengecekan khusus setiap malam. "Selain itu ada pendamping untuk setiap lantai pada tiap daerah. Jadi sudah cukup menjaga," ujarnya.
Semua itu dilakukan sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada mahasiswa Unesa yang saat ini berada di Wuhan.
Atas wabah virus tersebut, Nurhasan mengajak seluruh civitas akademika Unesa pada khususnya dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya untuk mendoakan agar mahasiswa Unesa yang sekarang berada di Wuhan selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan terhindar dari virus korona.