JAKARTA, iNews.id – Aksi penyerangan Polsek Wonokromo, Surabaya, Jatim yang dilakukan Imam Mustofa (30) menyerat nama besar Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyatul Mu’allimien al Islamiyah (TMI) Al Amin, Prenduan, Sumenep, Madura. Hal itu setelah pelaku diketahui alumnus ponpes terbesar di Sumenep tersebut.
Humas Ponpes TMI Al Amin, Hamzah Arsa mengakui Imam Mustofa merupakan alumnus Ponpes Al Amin. “Ya, benar dia alumni Al Amin tahun 2007. Dia empat tahun jadi santri di Al Amin,” katanya dikonfirmasi iNews.id, Minggu (18/8/2019).
Hamzah menuturkan, selama empat tahun menimba ilmu di Ponpes TMI Al Amin tidak ada gelagat atau perilaku aneh pada diri Imam Mustofa. Pelaku juga dikenal taat dan tidak pernah melanggar disiplin yang diterapkan ponpes. “Waktu di pondok tidak ada yang aneh, baik taat tidak pernah melanggar disiplin pondok. Tamat tepat waktu. Dia juga beraktivitas sebagaimana santri lain,” ujarnya.
Menyikapi kejadian itu, Hamzah mengaku prihatin karena tidak pernah menduga pelaku akan bertindak melawan hukum dan melanggar norma-norma agama, serta kemanusiaan. “Pertama, kami prihatin dan kecewa sesuatu yang tak pernah kita duga terjadi. Kami anggap ini musibah pondok secara khusus,” ucapnya.
Hamzah hanya berharap dan berdoa pelaku mendapat hidayah dan kembali ke ajaran Islam yang benar tanpa melakukan kekerasan atau tindakan yang melanggar hukum maupun agama. “Kita hanya berdoa lah mudah-mudahan anak kita itu (pelaku) diberi hidayah,” ujarnya.