"Saya tanya-tanya orang tua banyak yang masalahnya sama. Karena jawabannya sama dari petugasnya kalau sistem komputer error. Malah ada yang disuruh tanya ke sekolah asal ada yang diminta menunggu," ucapnya.
Hal serupa diungkapkan warga Keputran Surabaya, Pipit yang data anaknya hilang dari pemeringkatan PPDB SMP, padahal jarak rumahnya dengan sekolah hanya sekitar 700 meter. "Saya cuma 700 meter tersingkir, yang di atas satu kilometer kok datanya tidak bergerak. Makanya saya mau tanya ke sini," katanya.
Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan mengatakan adanya permasalahan pada PPDB jalur zonasi umum karena jalur tersebut sangat diminati masyarakat sehingga banyaknya pendaftar maka tampilannya belum sinkron sesuai keinginan masyarakat.
Banyaknya peminat masyarakat ke jalur tersebut tahapan PPDB jenjang SMP negeri sudah tuntas dilakukan, seperti jalur perpindahan tugas orang tua, jalur prestasi, serta jalur zonasi kawasan.
"Masyarakat kami imbau jangan khawatir. Karena memang proses sedang berjalan terus. Yang jelas semua data pendaftar pasti terekam di sistem PPDB," ujar mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya itu.
Tim PPDB dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Yudhi Purwananto menjelaskan secara teknis bahwa server tidak masalah, bahkan tim IT yang menangani PPDB SMP Kota Surabaya mencapai 25 orang. "Kalau ada nama pendaftar yang namanya hilang, nanti cek di rekap pendaftar. Ini perubahan terus berjalan," katanya.