SURABAYA, iNews.id – Sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP di Kota Surabaya, Jawa Timur berjalan kacau. Ratusan orang tua calon siswa menggeruduk kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya untuk meminta klarifikasi terkait kekacauan zonasi.
Mereka memprotes sistem zonasi yang tidak pasti karena ada beberapa calon siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah tidak diterima. Hal sama juga dialami calon siswa berprestasi. Meski memiliki nilai tinggi dan jarak rumah yang tidak terlalu jauh dengan sekolah dituju, juga tidak diterima di smp negeri.
Wali murid alumnus SDN Ketabang, Yulia mengatakan sengaja datang setelah anaknya kalah peringkat dengan pendaftar yang jarak rumahnya lebih jauh darinya.
"Karena anak saya sempat daftar kawasan, jadi saya baru daftar reguler pukul 08.00. Langsung daftar daring ke SMPN 1, anak saya masuk karena jaraknya 1,7 kilometer. Hanya yang terlihat masih acak, makanya saya ke sini. Bahkan teman anak saya yang jarak rumahnya 500 meter tergeser," ujarnya.
Yulia memilih menunggu kepastian hasil di kantor Dispendik Surabaya, pasalnya antrean orang tua yang menunggu layanan konsultasi PPDB ini sudah mencapai ratusan.