Menurut Isrofil, para ulama dan tokoh agama perlu turun tangan mengingat gesekan antarpendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden begitu kuat. Untuk memenangkan jagoannya, mereka cenderung mengarah pada isu-isu sentral sehingga merusak bangunan kerukunan antarumat beragama.
“Kalau ini (gesekan) kita biarkan, kami khawatir akan terjadi kekisruhan besar. Sebelum atau sesudah pemilu,” ujarnya.
Sebagai wujud kepedulian itu, para ulama dan tokoh agama tidak hanya berkampanye atau membuat seruan, tetapi juga ikut mengawasi langsung proses jalannya pemilu.