"Kesejahteraan hanya bisa diwujudkan kalau ada kebijakan yang berpihak. Kita bisa membuat kebijakan yang berpihak kalau kita punya cukup anggota dewan. Artinya, kita harus jadi partai besar," katanya.
Hary melanjutkan keberpihakan memberikan kesempatan kepada masyarakat kecil untuk naik kelas.
"Kita tidak bisa menerapkan kebijakan satu aturan berlaku untuk semua. Kalau itu diberlakukan, yang besar makin besar, yang kecil ya di situ saja. Yang kecil sulit bersaing kalau kebijakannya sama, makanya Partai Perindo hadir," katanya.
Partai Perindo, kata Hary, melihat Indonesia itu potensinya sangat luar biasa. Hanya satu kekurangannya, yaitu adanya gap atau ketimpangan.
"Jadi, kalau kita mau cepat maju, kelompok produktif ini harus diperbanyak, bukan itu-itu saja. Artinya, mempercepat pertumbuhan kesejahteraan bagi masyarakat yang sekarang belum sejahtera," kata Hary.
Dengan semakin banyak kelompok produktif, maka makin besar pula jumlah masyarakat yang ikut membangun Indonesia, sehingga pendapatan per kapita RI dapat tumbuh pesat.