Rais Aam PBNU Batal Hadiri Forum Kiai Sepuh di Tebuireng, Isyarat Menghindari Islah?

Kastolani Marzuki
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menarik diri dari pertemuan dengan kiai sepuh yang akan digelar di Ponpes Tebuireng, Sabtu (6/12/2025). (Foto: Ist)

Susunan acara bahkan telah mencantumkan pemaparan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, yang akan diakhiri dengan rumusan kesepakatan damai dan konferensi pers di hadapan para Mustasyar dan Syuriyah.

"Kalau hadir di Tebuireng, beliau otomatis mengikuti keputusan masyayikh. Beliau mungkin menunggu forum yang bisa dikontrol sendiri,” ujar seorang sumber dari Jawa Timur.

Langkah ini dikhawatirkan sebagian pihak sebagai sinyal bahwa Rais Aam tidak membuka ruang islah yang tulus. Jika forum Tebuireng dibatalkan, inisiatif para kiai sepuh untuk mendamaikan dinamika internal dapat terhentu. 

"Kalau pintu islah dibuka oleh masyayikh tapi tidak ditanggapi, siapa yang sebenarnya tidak menginginkan perdamaian?” tanya sumber tersebut.

Di tengah ketidakpastian ini, Jaringan Kader Muda Nahdlatul Ulama (NU) se-Indonesia menyerukan agar kepemimpinan PBNU kembali tunduk pada mekanisme AD/ART dan menghormati ikhtiar islah kiai sepuh.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kader Muda NU Serukan PBNU Kembali ke AD/ART dan Hormati Islah Para Kiai Sepuh

57 tahun lalu

Pengurus PBNU Diteror, Gus Yahya: Sudah Jauh di Luar Akhlak!

57 tahun lalu

Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Islah di Lirboyo, Sepakat Gelar Muktamar Bersama

57 tahun lalu

Siap Jalankan Islah, Gus Yahya Tegaskan Taslim pada Keputusan Mustasyar PBNU

57 tahun lalu

Rais Aam PBNU Kembali Absen di Musyawarah Kubro Lirboyo, Kiai Sepuh Dorong Islah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal