"Orang di dusun ini berkeyakinan bahwa buaya itu akan ngamuk kalau telurnya diambil. Akhirnya sama pak RT disarankan supaya telurnya dikembalikan, biar tidak terjadi keresahan masyarakat," ujarnya.
Namun, Sofyan kaget ketika pagi ini dia kembali ke tegalnya ternyata telur-telur tersebut sudah tidak berada di tempatnya dan hanya tersisa sebutir telur saja. Sofyan lantas melaporkan hilangnya telur yang sudah ia kembalikan ke tempat asalnya tersebut ke ketua RT.
"Tadi pagi saya pas ke tegalan telurnya sudah hilang, hanya tersisa satu butir," katanya.
Sofyan juga mengaku tidak tahu pasti siapa yang mengambil telur-telur tersebut. Pasalnya, aku Sofyan, informasi terkait telur ini berkembang begitu cepat sehingga kemungkinan ada orang yang tertarik dengan telur-telur tersebut dan mengambilnya.
"Saya tidak tahu pasti, tapi kan informasi ini cepat berkembang ke mana-mana, mungkin orang-orang ada yang tertarik sama telurnya itu, karena kan masyarakat menduga telur buaya," ujarnya.
Diketahui, warga Desa Prijekngablak, Kecamatan Karanggeneng dihebohkan dengan temuan puluhan butir telur. Ukuran telur berwarna putih yang besar tersebut oleh warga diduga adalah telur buaya yang ditemukan di bibir Bengawan Solo.