Selain peran pendidikannya, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan juga memiliki kontribusi dalam dunia pastoral. Sebelum penunjukan sebagai Uskup Malang, ia telah menjadi pastor paroki di Gereja Santo Andreas, Tidar, Malang.
Ia juga terlibat dalam berbagai lembaga dan komisi di Institut Karmelit di Roma serta memiliki beberapa karya tulis di bidang spiritualitas dan teologi, termasuk "Spiritualita Noveho Zakona" dan "Mempertanggungjawabkan Iman Katolik 1–5". Mgr. Henricus dikenal sebagai sosok yang berkomitmen untuk pengembangan Gereja sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan pendidikan Katolik.
Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan telah terlibat dalam beberapa upacara pentahbisan, termasuk sebagai Uskup Ko-konskrator dalam penahbisan Mgr. Robertus Rubiyatmoko sebagai Uskup Agung Semarang dan Mgr. Christophorus Tri Harsono sebagai Uskup Purwokerto. Pada 3 September 2016, ia menerima tahbisan episkopal di Stadion Gajayana, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Selain keterlibatan dalam dunia akademik dan gerejawi, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan memiliki ikatan keluarga yang kuat, terutama dengan kakaknya, R.P. Antonius Maria Kristijanto Anton Gunawan, O.Carm., yang juga merupakan seorang Imam Karmelit.
Melalui berbagai karya tulisnya, Mgr. Henricus telah memberikan kontribusi berharga dalam pengembangan spiritualitas dan pemahaman akan ajaran Katolik, serta tetap aktif dalam memperkuat persaudaraan dan pengembangan Gereja di Malang, Jawa Timur.
Demikian profil dari Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan yang ditemui Ganjar Pranowo Calon Presiden 2024 dalam pertemuan kebhinekaannya di Malang, Jawa Timur.