Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan Iptu Yoyok Hardianto, mengungkapkan tersangka K sudah melakukan pencucian uang sejak 2021.
“Tersangka mencoba menyamarkan hasil kejahatannya lewat aset bergerak maupun tidak bergerak. Ada juga rekening bank dengan identitas fiktif,” katanya.
Aset yang disita berupa tiga dump truck, satu mobil Terios, satu pikap Grandmax, dua sepeda motor serta perlengkapan elektronik. Nilai total mencapai Rp3 miliar.
Selain kasus besar tersebut, Satresnarkoba Polres Pasuruan juga mengungkap 24 kasus lain dengan 40 tersangka. Barang bukti yang disita antara lain 213 gram sabu dan 12 butir ekstasi.
“Selama operasi, kami berhasil menyelamatkan sekitar 600.000 jiwa dari bahaya narkoba dengan nilai ekonomis barang bukti Rp321 juta,” ucapnya.
Para tersangka dijerat Pasal 114 dan 112 juncto Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara hingga hukuman mati. Untuk kasus TPPU, tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara atau denda Rp10 miliar.