Selain itu, kata Luki, juga ada rombongan dari Kalimantan Selatan. Mereka berangkat menggunakan kapal menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan akan meneruskan ke Jakarta menggunakan kereta.
“Sesuai jadwal, siang ini mereka akan menuju Jakarta. Tetapi, kami cegah dan kami minta kembali. Kami sudah siapkan tiket pesawat,” katanya.
Luki menjelaskan, rombongan massa tersebut sengaja dicegah berangkat karena dikhawatirkan menumbulkan persoalan di Jakarta. “Kami beri pengertian kepada mereka. Alhamdulillah, mereka bisa menerima dan mau kembali,” katanya.
Luki menjamin 1.200 orang tersebut tidak akan kembali. Selain karena sudah membuat surat pernyataan, mereka juga terus dilakukan pemantauan. “Kami pantau terus. Sweeping juga akan kami lakukan hingga 22 Mei mendatang,” katanya.