Dia berharap semoga ke depan, Surabaya semakin banyak lagi mencetak anak muda yang dapat membuat harum nama Kota Surabaya. "Semoga arek-arek Surabaya semakin terpacu lagi ke depannya," katanya.
Setelah sekitar lima menit berbincang dengan orang tua korban, WS bersama keluarga besar almarhum menuju Masjid Al Ikhlas yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. Saat itu, WS bersama keluarga besar dan tetangga almarhum langsung menyalatkan almarhum sebelum dibawa ke permakaman.
WS menuturkan, proses pemakaman almarhum telah dibantu semaksimal mungkin oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sehingga tidak merepotkan pihak keluarga. Dia juga memastikan pemkot akan membantu apa pun yang dibutuhkan keluarga korban.
Sementara orang tua almarhum, Sumarzen Marzuki mengatakan, meski anaknya menjadi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air, dari lubuk hati yang paling dalam, Fadly Satriyanto menjadi kebanggaan keluarga yang gugur dalam tugas. Dia juga mengaku menerima banyak ucapan belasungkawa dari berbagai pihak. Itu berarti Fadly sosok yang baik.
Selain itu, Fadly yang gugur dalam tugas tersebut diharapkan Sumarzen sebagai seseorang yang mati syahid. "Tolong maafkan kalau anak saya ada salah-salah. Mari kita doakan agar ananda Fadly diterima di sisi-Nya," katanya.