Berdasarkan ciri-cirinya, warga meyakini benda bersejarah ini merupakan peninggalan dinasti Qing asal China, lantaran di guci terdapat aksara China yang sudah luntur.
Kariyono berencana untuk mengoleksi benda-benda bersejarah tersebut, namun dia juga terbuka untuk menjualnya jika ada kolektor yang tertarik.
"Rencana saya mau koleksi buat kenang-kenangan tapi kalo laku ya dijual," ucapnya.
Penemuan ini berpotensi menarik perhatian para ahli sejarah dan arkeologi. Saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai asal-usul maupun nilai sejarah dari benda-benda tersebut.