Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Warga Lamongan Beralih ke Pertalite

iNews
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter membuat penjualan BBM nonsubsidi di sejumlah SPBU Lamongan turun karena banyak konsumen beralih ke Pertalite. (Foto: iNews).

"Mungkin masyarakat kaget karena naiknya hampir Rp4.000 akhirnya pindah ke pertalite semua," ujar Andre Sujanto.

Di sisi lain, para pengguna Pertamax mengaku keberatan dengan kenaikan harga tersebut. Mereka menilai kenaikan hampir Rp4.000 per liter sangat membebani pengeluaran, terutama di tengah tingginya harga kebutuhan pokok.

Sejumlah pengendara mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mengisi penuh tangki kendaraan mereka. Sebagian tetap memilih menggunakan Pertamax karena khawatir performa mesin kendaraan menurun jika beralih ke BBM dengan nilai oktan yang lebih rendah.

Salah seorang warga, Rudi, mengaku kenaikan harga Pertamax membuat biaya transportasi hariannya meningkat cukup signifikan. "Cukup menguras kantong. Cukup kaget," kata Rudi. 

Warga berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menekan harga BBM agar beban masyarakat tidak semakin berat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pengendara Beralih ke Pertalite usai Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter

57 tahun lalu

Solar Langka di Makassar, Antrean Bus dan Truk Mengular di SPBU

57 tahun lalu

Imbas Pertamax Naik Rp16.250, Mobil Pelat Merah di Sidoarjo Ikut Antre Isi Pertalite

57 tahun lalu

Dampak Kenaikan Harga Pertamax, Antrean Pertalite Mengular di SPBU Bandung

57 tahun lalu

Polda Babel Bongkar Penimbunan Solar Subsidi 8.000 Liter, 3 Orang Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal