“Saat ini kita menjumpai masyarakat kekurangan stok di level pengecer atau toko, padahal stok di pangkalan itu ada dan bahkan melimpah. Pangkalan elpiji itu sama dengan SPBU, jadi mereka mengutamakan dan melayani individu dan konsumen akhir,” ujar Taufiq dikonfirmasi wartawan secara terpisah.
Selain stok melimpah, tujuan pembelian langsung di pangkalan resmi untuk melindungi kelompok yang berhak mendapatkan subsidi elpiji 3 kg dan tidak mengutamakan pembeli dalam jumlah banyak.
"Masyarakat jugaakan mendapatkan harga eceran tertinggi sebesar Rp16.000 jika beli elpiji 3 kg di pangkalan, sesuai keputusan gubernur Jatim sejak tahun 2015," ujarnya.
"Kami sarankan untuk membeli di pangkalan resmi Pertamina, atau di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Pertamina yang harganya sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Dan barangnya pasti ada," katanya.
Diketahui, saat ini jumlah pangkalan elpiji 3 kilogram se-Jatim mencapai 39.931 pangkalan. Dari data Pertamina di bulan Januari hingga Mei 2023 saja secara stok elpiji di Jawa Timur mencapai 573.856 metrik ton.