JOMBANG, iNews.id – Menjadi seorang guru bukanlah profesi semata, namun sebuah panggilan hidup yang dijalani Mohamad Suliyono (43). Selama 18 tahun dia mengabdikan diri menjadi tenaga pengajar berstatus tak tetap tanpa keluh kesah, kendati menyimpan sedikit asa agar dapat diangkat menjadi seorang PNS.
Suliyono (43) merupakan penyandang cacat atau difabel yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammadiyah di Desa Pulo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dengan keterbasan fisik, dia mendidik para siswa disabilitas yang senasib dengan dirinya, dalam mempersiapkan masa depan mereka melalui bekal ilmu dan pendidikan.
Setiap harinya, Suliyono datang ke sekolah untuk mengajar dengan mengendarai sepeda motor. Dia juga harus berkendara sambil memegang dua tongkat yang menjadi kaki ketiganya. Meski sulit, semua pekerjaan dijalaninya ikhlas.
Dia mengaku senang dan bangga dapat mengabdikan diri menjadi seorang guru. Meski gaji guru honorer kecil, hal ini tak menyurutkan semangatnya untuk mencerdaskan para anak didiknya.
Karena itu, selain mengajar, Suliyono juga mengandalkan kemahirannya memperbaiki barang elektronik dengan membuka jasa perbaikan. Selain itu, dia juga menjual dan membeli alat elektronik warga sebagai tambahan pendapatan menyambung hidupnya.