Wabah Covid-19 ini juga menyebabkan 4.801 calon PMI yang seharusnya berangkat ke luar negeri batal sebab, negara tujuan menolak. Kasus ini menambah jumlah angka pengangguran di Jatim.
“Tidak banyak yang bisa dilakukan. Ini tahun berat. Karenanya saya pun meminta para buruh untuk bersabar dan menunggu hingga situasi kembali normal,” katanya.
Khofifah mengatakan, Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim tengah berupaya maksimal mengatasi persoalan ini. Salah satunya dengan meluncurkan kartu prakerja sebagai social safety net.
Pemerintah menyediakan helpdesk untuk memudahkan akses pekerja terhadap kartu prakerja. Total ada 56 titik helpdesk yang terdiri atas 38 di Disnaker Kab/Kota, 16 UPT BLK Disnakerprov Jatim, Kantor UPT P2TK yang beralih fungsi dan di kantor Disnakertrans Provinsi.
Dia berharap ketika wabah ini mereda, pelaku usaha dapat kembali bangkit dan memanggil para pekerjanya lagi. “Kepada komponen pekerja, pengusaha, Apindo untuk bekerja sama dan tetap berdoa agar badai Covid-19 ini segera berlalu dan kita segera memulihkan ekonomi,” katanya.