Perilaku Penyerang Polsek Wonokromo Berubah usai Merantau dan Ikut Pengajian

Kastolani Marzuki
Pelaku penyerangan Polsek Wonokromo, Surabaya ditangkap. (Foto: istimewa)

Menurut Hamzah, pendidikan yang ditanamkan Ponpes TMI Al Amin ke para santri selalu menekankan Islam wasathan (islam moderat) dan tidak pernah mengajarkan kekerasan atau radikalisme.

“Kalo kita itu prinsip dari awal adalah tidak berdiri ke mana-mana. Tidak ke kanan atau kiri. Pendidikan kita moderat, mengutamakan washatiyah. Kami konsisten dengan sistem pendidikan dan kurikulum yang kita tempuh,” katanya.

Ponpes TMI Al Amin, kata dia, juga akan melakukan intrsopeksi diri dan mengambil hikmah atas insiden yang dilakukan pelaku. Hamzah juga menepis kabar yang beredar di media sosial WhattsApp (WA) terkait kejadian itu yang merugikan Ponpes Al Amin.

“Kita akan lakukan internalisasi dan sosialisasi ke santri-santri bahwa tindakan tersebut (radikalisme) itu tidak dibenarkan dan membahayakan. Hindari tindakan-tindakan tersebut, apa pun dalilhnya tidak dibenarkan. Kita ambil banyak hikmah dari kejadian itu,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

57 tahun lalu

Kebakaran Gedung PPJT RSUD Dr Soetomo Surabaya Tewaskan Pasien, Asap Pekat dari Lantai 5

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal