Dia mengatakan, selain membantu pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi perawat, PPNI Jatim juga mendesak rumah sakit, pemerintah atau dinas kesehatan setempat untuk memperhatikan kondisi dan waktu bekerja perawat.
Sebagai informasi, enam hari sebelum meninggalnya Anang Fahrudin Lubis, ada perawat yang juga gugur akibat Covid-19 yakni Nurul Hasanah. Dia juga merupakan perawat puskesmas yang bekerja Manding, Sumenep.
Hingga saat ini, jumlah perawat di Jatim yang meninggal akibat Covid-19 menjadi 29 orang. Sementara perawat yang dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani pengobatan maupun isolasi mandiri mencapai 1.014 orang.