SURABAYA, iNews.id - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memastikan pelaku penyerangan polisi di Polsek Wonokromo, Imam Mustafa (30), bagian dari Jemaah Ansarut Daulah (JAD). Warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim), ini juga berkaitan dengan bom gereja di Surabaya 2018 silam.
Pernyataan ini disampaikan Kapolri seusai menjenguk polisi korban pembacokan, Aiptu Agus Sumarsono di RS Bhayangkara Polda Jatim, Senin (19/8/2019). Menurut Tito, jaringan JAD di Jatim masih ada dan pihaknya terus melakukan pengejaran.
“IM ini bagian dari JAD. Ada juga campuran self radikalisme. Ada juga jaringan orang perorang,” kata Tito di Surabaya, Senin (19/8/2019).
Karena itu, Tito mengaku sudah memerintahkan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Polda Jatim untuk melalukan pengejaran terhadap jaringan kelompok tersebut. “Sekarang sudah bergerak. Kami minta dilakukan pengejaran dan ditangkap,” katanya.
Namun, Tito tidak menyebutkan identitas jaringan JAD yang dimaksud. Sebab, jika itu disebutkan, dikhawatirkan akan menyulitkan pengejaran jaringan. “Identitas jaringan tidak bisa saya sebut. Nanti, begitu selesai pasti akan kami rilis,” katanya.