Pengungsi Rohingya Hidup Tentram di Blitar dan Tulungagung, Ada yang Kawini Warga Lokal 

Solichan Arif
Pengungsi Rohingya hidup tentram di Blitar dan Tulungagung. (ilustrasi).

Bahkan saking dekatnya, salah seorang pengungsi menikahi warga setempat. Informasinya, dari pernikahan itu keduanya sudah dikaruniai buah hati. Kendati demikian status perkawinan tersebut belum bisa dicatatkan secara legal formal.

Menurut Vidiandra, meski keberadaan pengungsi Rohingya di Indonesia, yakni khususnya di Blitar dan Tulungagung, lumayan lama. Mereka tidak bisa serta merta menjadi WNI. “Karena ada proses panjang yang harus dilalui,” katanya. 

Vidiandra menambahkan, keberadaan para pengungsi Rohingya dilindungi UNHCR dan sekaligus menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Mereka diberi waktu sampai diperolehnya negara tujuan pengungsian.

Sebab hingga kini Pemerintah Australia belum juga mengeluarkan kebijakan untuk pengungsi baru. Seperti diketahui, jumlah pengungsi Rohingya yang masuk Negara Indonesia pada tahun 2019 mencapai 582 jiwa.

Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan jumlah pengungsi Rohingya yang masuk pada tahun 2017, yakni mencapai 959 orang.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tuntut Kenaikan Bantuan, Ratusan Pengungsi Rohingya Demo di Pekanbaru

57 tahun lalu

Hasil Timnas Indonesia vs Myanmar, Menang 3-1 Garuda Muda Tersingkir dari SEA Games 2025

57 tahun lalu

141 Warga Sumut Korban TPPO di Myanmar Dipulangkan Jelang Lebaran

57 tahun lalu

Robiin Eks Anggota DPRD Indramayu Korban TPPO dan Penyekapan di Myanmar Dibebaskan

57 tahun lalu

Mantan DPRD Indramayu Bersama Puluhan WNI Disekap dan Disiksa di Perbatasan Thailand-Myanmar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal