Pengamat: Whisnu Akan Sulit Dapat Rekomendasi jika Melawan Keputusan DPP PDIP

Ihya Ulumuddin
Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana (kanan) saat mendampingi calon wakil gubernur (Cawagub) Jatim Puti Guntur Soekarno beberapa waktu lalu. (Foto: Dok.iNews.id)

Surrochim menilai, PDIP adalah partai dengan komando yang kuat. Segala hal yang menjadi kehendak partai, tidak bisa dilawan, terutama berkaitan dengan posisi kepengurusan. “Sejauh yang saya tahu, tipikal DPP (PDIP), semakin dilawan akan semakin susah,” kata pria asal Lamongan ini.

Di luar itu, kata Surrochim, menerima keputusan Megawati juga akan mengurangi tensi politik dan mengeliminasi faksi-faksi di PDIP Surabaya. Apalagi, tahun depan, partai ini akan menghadapi pemilihan Wali Kota Surabaya.

Analis Politik Surabaya Survey Center (SSC) ini menyebutkan, ada sejumlah pembacaan politik terhadap keputusan DPP dengan tidak menunjuk Whisnu Sakti Buana sebagai ketua.

Pertama adalah soal regenerasi, mengingat Whisnu sudah tiga periode atau 15 tahun berada di jajaran pimpinan PDIP Surabaya. Whisnu menjadi Sekretaris PDIP Surabaya selama 5 tahun pada 2005-2010. Kemudian, Ketua DPC PDIP Kota Surabaya selama 10 tahun pada 2010-2020. “Bacaan saya, Mas Whisnu mungkin dianggap sudah tiga kali (jadi ketua DPC PDIP), untuk regenerasi kepemimpinan,” ujarnya.

Kedua, DPP PDIP sengaja memberi ruang bagi Whisnu untuk fokus menghadapi Pilwali 2020. Sebab, peta persaingan di Pilwali Surabaya kali ini lebih kompetitif, karena tak ada lagi figur kuat seperti Tri Rismaharini.

Berdasarkan survei Surabaya Survey Centur (SSC) yang dirilis Januari 2019 lalu, nama Whisnu memang masih cukup kuat. Namun, masih jauh dari angka psikologis 50 persen. Data SSC menyebutkan, elektabilitas Whisnu Sakti 15,4 persen.

Diketahui, sejumlah pendukung Whisnu protes atas penunjukan Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya. Sebab, pada pra Konfercab, mayoritas PAC telah merekomendasikan nama Whisnu untuk menjadi ketua DPC PDIP kali ketiga.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Penggeledahan di Indramayu, KPK Sita Dokumen Penting dari Rumah Ketua PDIP Jabar Ono Surono

57 tahun lalu

Edo Kondologit Blak-Blakan Tak Ingin Terikat Lagi ke Partai Politik usai Mundur dari PDIP

57 tahun lalu

Politisi PDIP Bongkar Kegelisahan Jokowi Terhadap Masa Depan Gibran

57 tahun lalu

Alasan PDIP Pecat Wahyudin Moridu, Jatuhkan Nama Baik dan Citra Partai

57 tahun lalu

Usai Pecat Wahyudin Moridu, PDIP segera Ajukan PAW di DPRD Gorontalo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal