Selain itu, untuk kekuatan kapasitas laboratorium, terdapat empat tambahan laboratorium baru. Masing-masing di RSUD Dr Soetomo, RS Universitas Brawijaya, BBLK dan BPOM Surabaya.
"Alhamdulillah lewat ikhtiar yang terus menerus, pada tanggal 26 April 2020 kemarin kita mendapatkan tambahan reagen sebanyak 41.000 PCR kit. Dengan adanya tambahan PCR kit ini dan dukungan enam lab (laboratorium), maka kapasitas lab di Jatim kini mampu meningkatkan kapasitasnya dari sebelumnya 366 tes per hari naik menjadi 1.102 tes per hari," katanya.
Untuk upaya melayani uji spesimen Covid-19, orang nomor satu di Jatim ini berharap, akan ada alat yang didatangkan untuk bisa menerapkan sistem drive thru bagi pasien yang datang dengan membawa kendaraan.
"Saya berharap minggu ini terdapat alat PCR yang memungkinkan melakukan test PCR lewat drive thru, sehingga kita bisa menjangkau lebih luas seperti rapid test. Kalau alatnya minggu ini datang, kita bisa menjangkau hasil tracing yang dinyatakan positif, sehingga perlindungan kepada masyarakat diharapkan lebih baik dan presisi," ujarnya.
Khusus untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya, Khofifah kembali menegaskan bahwa kebijakan tersebut untuk memberikan proteksi lebih baik kepada masyarakat. Lewat dukungan kesiapan yang ada, dia berharap masyarakat yang memiliki gejala klinis segera memeriksakan diri untuk percepatan layanan.