Pada Sabtu 24 April, keduanya memutuskan kembali ke Malang. Saat itu dini hari. Karena masih kesal dengan kekalahannya, sepanjang jalan korban terus ngomel. Pelaku juga menjadi sasaran omelan. Dengan alasan ingin kencing, pelaku meminta korban mampir ke JLS.
"Saat berhenti korban tiba tiba diserang oleh pelaku," kata Handono.
Tiga kali pukulan bersarang ke leher. Korban yang tidak siap, gagal menghindar dan terjungkal. Sebelum bangkit, sebongkah batu yang diperkirakan seberat 20 kilogram menghantam kepalanya.
Tak berhenti di situ, pelaku kembali menghantamkan batu ke bagian dada korban hingga meninggal dunia. Setelah itu Jasad korban kemudian diseret ke semak-semak dan ditinggal pergi.
Sebelum pergi, pelaku mengambil uang korban Rp1,1 juta dan HP. Motor korban dia pakai perjalanan ke Malang. Sesampai di Malang, pelaku mengubah warna cat motor beserta nomor polisi. Sedangkan HP korban langsung dijual di wilayah Malang.
Dari pemeriksaan juga diketahui pelaku seorang residivis. SW pernah mendekam di penjara wilayah Jawa Tengah karena kedapatan mencuri tabung gas. Dia juga pernah meringkuk di penjara Malang, Jawa Timur karena menggondol hp.