Pembiayaan Ultra Mikro, Bangkitkan Republik Rombeng yang Nyaris Mati

Ihya Ulumuddin
Rachmat Hidayat (49) dan bisnis usaha barang rongsokan dengan nama brand 'Republik Rombeng' yang kembali bangkit berkat pembiayaan ultra mikro (UMi) Pegadaian. (Foto: iNews/Ihya Ulumuddin)
Baca Juga

Bahkan, tak jarang dia diejek teman-teman kerjanya atas aktivitas tambahan tersebut. Dianggap jorok, kotor dan bahkan hina. Namun, dia bergeming dan tetap yakin bahwa ada rezeki berlimpah di antara tumpukan kertas bekas itu.  

"Bagi orang lain kertas bekas mungkin hanya sampah. Tapi di mata saja, kertas bekas itu emas," tutur bapak dua anak tersebut.

Dayat membuktikan keyakinannya itu. Dia berhasil menjadikan bisnis kertas bekas terus berkembang hingga meraup untung besar.

Kertas bekas yang semula hanya bisa terkumpul 4 kwintal per bulan, kini naik menjadi 4 ton per bulan. "Dulu masih nitip ke pengepul karena sedikit. Sekarang sudah bisa kirim sendiri ke pabrik," katanya.

Rezeki Tak Terduga

Dayat mengatakan, peluang untung dari bisnis kertas bekas cukup besar. Sebab, seringkali kertas bekas itu dianggap sampah tak berguna oleh pemiliknya. Karena itu mereka kadang tidak peduli berapa pun kertas itu ditawar.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Truk Mebel Terbakar di SPBU Sedati Gede Sidoarjo, Warga dan Pengendara Panik

57 tahun lalu

Terungkap! Penyebab Kematian Kades Buncitan Sidoarjo Murni Bunuh Diri, Ini Motifnya

57 tahun lalu

Ribuan Buruh Sidoarjo Gelar Aksi May Day, Konvoi ke Kantor Gubernur Jatim

57 tahun lalu

Ratusan Sopir Truk Demo Tuntut Hapus Barcode Solar, Jalur Sidoarjo-Surabaya Lumpuh! 

57 tahun lalu

Diduga Terserempet hingga Jatuh, Pemotor Tewas Tertabrak Truk di Jalur Rawan Sidoarjo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal