Pelaku Sebut Korban Mutilasi di Blitar Kerap Minta Imbalan Uang

Ihya Ulumuddin
Dua pelaku pembunuhan dan mutilasi tenaga honorer di SD Negeri di Blitar ditahan di Mapolda Jatim. (Foto: iNews/Rahmat Ilyasan)

Kendati demikian, kasus terjadinya pembunuhan ini bukan karena faktor asmara tersebut. Tetapi lebih karena imbalan Rp100.000 yang tidak diberikan oleh pelaku. “Bukan binis. Sebab, mereka ini saling suka. Ya, istilahnya matre,” katanya.

Setiap kali berhubungan, korban lebih sering berperan sebagai laki-laki. "Kalau dengan AS, korban jadi laki-lakinya. Tetapi, menurut keterangan saksi lain, kadang dia (korban) juga jadi perempuannya. Apa saja bisa,” katanya.

Sementara itu, polisi masih terus mendalami ada tidaknya unsur perencanaan dalam kasus pembunuhan ini. Hal itu menjadi penting untuk menentukan pasal yang akan dijeratkan kepada para pelaku.

“Kalau berdasarkan keterangan pelaku, pembunuhan ini spontan, bukan berencana. Tetapi, ini masih kami dalami. Misalnya, apakah kedatangan korban ke warung (TKP pembunuhan) karena kemauan sendiri atau atas permintaan pelaku. Semua masih dikaji,” katanya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kiai Nusantara Berkumpul di Kediri, Tegaskan Pesantren Benteng Perlindungan Anak

57 tahun lalu

Mayat Terikat Ditemukan dalam Rumah Kosong di Jember, Pelaku Ditangkap Kurang dari 8 Jam

57 tahun lalu

Misteri Pembunuhan Janda di Jeneponto Terungkap, Pelaku Ditangkap usai Setahun Buron

57 tahun lalu

Terungkap Motif Menantu Tega Racuni Mertua dengan Sate Ayam di Boyolali

57 tahun lalu

Driver Taksi Online Tewas Bersimbah Darah di Maros, Diduga Korban Pembunuhan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal