SURABAYA, iNews.id – Demo penolakan Omnibus Law di Surabaya pada 8 Oktober lalu ternyata didominasi pelajar SMA/SMK. Berdasarkan data Direktorat Intelkam (Ditintelkam) Polda Jawa Timur (Jatim), jumlah pelajar peserta demo saat itu mencapai 70 persen.
Ironisnya, mayoritas pelajar SMA/SMK tersebut melakukan perusakan. Para pelajar ini pula yang akhirnya diamankan di Polda Jatim. “Sekitar 60-70 persen pendemo kami amankan di beberapa titik adalah siswa SMA/SMK,” kata Direktur Intelkam Polda Jatim Kombes Pol Slamet Hariyadi, Rabu (14/10/2020).
Karena itu, pihaknya membuka kesempatan untuk koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah dalam melakukan pengawasan kepada pelajar. Harapannya, para pendidik bersinergi dengan satuan-satuan kepolisian, baik di Polres dan Polsek di Jatim.
Pesan itu pula kata Slamet yang disampaikan kepada kepala sekolah SMA/SMK se-Jatim tentang antisipasi demo Omnibus Law di Grahadi, Selasa (13/10/2020) kemarin. “Saya sampaikan kepada para guru dan orang tua untuk tidak khawatir. Sebab, kami di kepolisian selalu mendampingi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi mengaku telah meminta para kepala sekolah dan guru agar memantau semua kegiatan pelajar khususnya mulai pukul 10.00 hingga 14.00 siang.