Pasien Corona Tolak Berobat, Pemkot Surabaya Libatkan Partai hingga Pimpinan Perusahaan

Ihya Ulumuddin
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Edy Christijanto (Foto: istimewa)

"Harus ada strategi dan cara khusus untuk bisa mengajak mereka mau berobat ke rumah sakit. Kasus satu dengan lainnya tak sama. Memang gampang-gampang susah," katanya.

Eddy mengatakan hingga saat ini ada 24 orang yang harus didekati melalui bantuan pihak lain, agar mereka mau dievakuasi dari rumah menuju rumah sakit untuk berobat. "Di (pasar tradisional) PPI 17 orang yang mau kita evakuasi, di Rungkut ada tujuh orang," katanya.

Dia mengaku, OTG yang enggan berobat ke rumah sakit, ada yang satu keluarga, meliputi orang tua anak dan cucu. "Ada yang sampai dua hari kita masih dekati. Alasan mereka enggan ke rumah sakit, karena sudah mengisolasi diri," katanya.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19, rata-rata yang menolak berobat berusia lanjut. Apabila tingggal serumah dengan anak dan cucu, dan rapid testnya negatif, dipisahkan dahulu. Namun, untuk keperluan permakanan tetap ditanggung Pemerintah Kota Surabaya.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemkot Surabaya Terapkan WFH Setiap Jumat, ASN Diawasi Ketat Wajib Penuhi Kinerja

57 tahun lalu

Siap-Siap! Pendatang Mengadu Nasib Tanpa Pekerjaan di Surabaya bisa Dipulangkan

57 tahun lalu

Pemkot Surabaya Bentuk Satgas Penindakan Premanisme-Mafia Tanah usai Kasus Nenek Elina

57 tahun lalu

Cegah Tawuran, Surabaya Berlakukan Jam Malam Anak di Bawah 18 Tahun

57 tahun lalu

Kasus Gratifikasi Rp3,6 Miliar, Begini Modus Mantan Pejabat Pemkot Surabaya Alihkan Dana

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal