"Harus ada strategi dan cara khusus untuk bisa mengajak mereka mau berobat ke rumah sakit. Kasus satu dengan lainnya tak sama. Memang gampang-gampang susah," katanya.
Eddy mengatakan hingga saat ini ada 24 orang yang harus didekati melalui bantuan pihak lain, agar mereka mau dievakuasi dari rumah menuju rumah sakit untuk berobat. "Di (pasar tradisional) PPI 17 orang yang mau kita evakuasi, di Rungkut ada tujuh orang," katanya.
Dia mengaku, OTG yang enggan berobat ke rumah sakit, ada yang satu keluarga, meliputi orang tua anak dan cucu. "Ada yang sampai dua hari kita masih dekati. Alasan mereka enggan ke rumah sakit, karena sudah mengisolasi diri," katanya.
Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19, rata-rata yang menolak berobat berusia lanjut. Apabila tingggal serumah dengan anak dan cucu, dan rapid testnya negatif, dipisahkan dahulu. Namun, untuk keperluan permakanan tetap ditanggung Pemerintah Kota Surabaya.