Dari situlah nama Nyono mulai dikenal di konstelasi politik lokal. Apalagi saat itu dia sukses menduduki posisi wakil ketua DPRD. “Nah, selesai menjadi anggota dewan, dia pernah mencalonkan diri sebagai wakil bupati Jombang bergandengan Abdul Halim (sekarang ketua DPW PKB Jatim), tetapi gagal. Baru pada 2013 silam, dia mencalonkan lagi sebagai bupati dan terpilih,” tutur alumni Universitas Negeri Malang ini.
Karier politik Nyono terus menanjak. Tahun 2015, dia menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Jombang. Pada 2016 lalu, dia terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Jatim, menggantikan Zainudin Amali. Saat itu, Nyono terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah DPD Golkar IX di Surabaya.
Selain sebagai politisi, Nyono juga dikenal sebagai pengusaha pengecatan kapal. Sejak menjadi kepala desa, Nyono terkenal sebagai tukang cat di PT PAL Surabaya. Konon, bisnis pengecatan kapal ini berlangsung turun-temurun dari keluarganya. “Selain bekerja di PT PAL, kelihatannya tidak ada usaha lain,” ujar Irvan.
Sementara itu, kasus OTT ini menjadi pukulan telak bagi internal Partai Golkar. Ini karena posisi Nyono yang cukup strategis sebagai ketua DPD Golkar Jatim. “Kaget iya. Tetapi, kami tidak berani berspekulasi. Ada asas praduga tak bersalah yang harus dihormati. Kami yakin tidak terjadi apa-apa pada ketua kami,” ungkap juru bicara DPD Golkar Jatim Ali Saibo kepada iNews.id, Sabtu malam, 3 Februari 2018.
Ali juga memastikan bahwa kasus yang menimpa Nyono tidak akan berpengaruh bagi roda organisasi Partai Golkar. Sebab, masih ada pengurus harian yang bisa memegang kendali. “Insya Allah tidak masalah. Paling-paling, hanya perubahan pendelegasian untuk kegiatan partai yang sudah tersusun,” tuturnya.
Minggu besok siang, 5 Februari 2018, DPD Golkar Jatim tengah mengagendakan rapat koordinasi calon kepala daerah se-Jatim di Kantor DPD Golkar Jatim di Surabaya. Pada acara tersebut, seluruh calon kepala daerah yang diusung Partai Golkar diundang. Acara ini juga akan dihadiri oleh Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto.