"Jangan mencari keuntungan pribadi untuk NU, jangan memperalat NU. Bila ada yang begitu, bukan barokah Syaikhona yang didapat. Bisa jadi yang didapat adalah ketidakberkahan," ucapnya.
Sementara itu, dalam rangkaian acara puncak Harlah ke-99, digelar Istighotsah Kubro Ngaji Kitab dan Ijazah Ratib karya Syaikhona Kholil. Acara diawali dengan pembacaan Istighotsah bersama Habib Ahmad Al-Habsyi (Pasuruan) dan KH Zuhri Zaini (Pengasuh Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo).
Pembacaan Kitab dan Ijazah karya Syaikhona Kholil disampaikan dua kiai yang merupakan dzuriyat Syaikhona Kholil, yakni KH Muhammad Faishol Anwar dan KH Makki Nasir.
Pertama, disampaikan KH Muhammad Faishol bin Anwar, Pengasuh PP Al-Kholiliyah An-Nuruniyan Demangan Timur Bangkalan(cicit Syaikhona Kholil). Ijazah Kitab Majmu' Syarif karya Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Lathif al-Bankalany.
"Sekitar 60 tahun lalu, mengaji kepada mbah KH Yasin bin Ya'kub, menantu mbah Syaikhona Kholil Bangkalan. Sekarang kami ijazahkan kepada umat Islam, warga NU yang hadir di makbaroh ini, Kitab Majmu' Syarif," kata Kiai Faishol Anwar.