Sebelumnya dua orang tewas di tempat dan telah teridentifikasi atas nama Hadi Umar Farouq warga Mojokerto dan Aditya Sapulete warga Lamongan. Kedua korban dievakuasi ke kamar jenazah RS Soeroto Ngawi.
Korban ketiga yakni sopir Bus Trans Jaya Chantur Phancoro warga Sidoarjo saat dalam perawatan di Rumah Sakit Widodo Ngawi. Selain itu ada 12 korban lainnya yang tercatat dirawat di tiga rumah sakit berbeda, salah satunya di RS di Sragen.
Supatmo salah satu penumpang selamat mengataakan, bus ini mengangkut Satgas Hanura dari Jakarta menuju Surabaya usai mengikuti kegiatan kampanye di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (3/2/2024).
"Kami dari Jakarta habis ikut kegiatan di GBK. Ini lagi perjalanan pulang," ujarnya, Minggu (4/2/2024).
Dia menceritakan saat kejadian duduk di barisan kursi bus paling belakang. Dia tidak mengetahui persis penyebab kecelakaan namun merasakan saat bus terguling.
"Posisi saya lagi tidak tidur, sadar jadi merasakan saat kecelakaan. Saya tidak tahu gimana kejadiannya tapi tiba-tiba sudah kecelakaan. Saya langsung berupaya selamatkan diri dengan teman-teman, keluar bus lewat kaca jenderal yang pecah," katanya.
Diketahui, Bus Trans Jaya ini mengangkut 50 anggota satgas kampanye Partai Hanura yang menghadiri acara di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Bus mengalami kecelakaan saat kembali menuju Surabaya pada Minggu (4/2/2024) pagi.