Selanjutnya, AS datang membantu. Dia menyumpal mulut korban hingga tewas. “Selain membekap koban, AS ini juga ikut menggorok sampai korban benar-benar tidak bernyawa,” ujarnya.
Lalu, bagaimana korban dimutilasi? Berdasarkan hasil pemeriksaan, mutilasi dilakukan karena tubuh korban tidak cukup saat dimasukkan dalam koper.
“Tubuhnya lebih besar sehingga tidak cukup dimasukkan koper. Bagian kepala susah dimasukkan sehingga dipotong. Ide membuang tubuh korban dalam koper pun muncul spontan lantaran bingung menghilangkan jejak,” katanya.
Sementara itu, di depan penyidik, kedua pelaku mengaku menyesali perbuatannya itu. Bahkan, AS menangis sesenggukan. “Saya menyesal. Saya mohon maaf, terutama kepada keluarga Budi,” ujarnya.