"Ada tadi anak muda dari NTB yang kuliah di Malang, dia mendorong agar program 1 keluarga miskin 1 sarjana benar-benar bisa diwujudkan. Sebab cerita dia, di daerahnya hampir 95 persen anak muda tidak bisa menempuh pendidikan tinggi karena terkendal biaya," katanya.
Selain kelompok disabilitas, kata Ganjar ada pula kelompok perempuan yang selama ini masih belum mendapat kesempatan dalam setiap sendi kehidupan. Karenanya, Ganjar menyatakan, melibatkan semua kelompok rentan dalam pembangunan adalah kewajiban mutlak.
"Makanya Ganjar-Mahfud menegaskan bahwa pembangunan harus melibatkan semua kelompok, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, perempuan, anak dan lansia. Konsep no one left behind harus benar-benar diwujudkan," ucapnya.