Migrant Care Dorong Forum KTT ASEAN Hasilkan Peta Jalan Perlindungan bagi Pekerja Migran

rully
Nasrikah, Pendiri Persatuan Pekerja Rumah Tangga Indonesia Migran (Pertimig) Malaysia, menyampaikan persoalan pekerja migran melalui sambungan daring. Foto: iNews/Mahrus Sholih

JEMBER, iNews.id- Forum KTT ASEAN ke-43 yang bakal berlangsung di Jakarta 5-7 September 2023, dinilai menjadi momentum tepat untuk menguatkan posisi tawar pemerintah melindungi pekerja migran di kawasan regional. Apalagi, forum tersebut rencananya akan dihadiri 26 negara, termasuk 10 negara yang tergabung dalam ASEAN.

Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo memaparkan, ada dua kondisi pekerja migran di ASEAN yang saling bertentangan. Satu sisi mereka berkontribusi bagi pertumbuhan, tapi di sisi lain belum mendapat pengakuan dan perlindungan. Padahal, kata dia, pertumbuhan ekonomi ASEAN dibasuh oleh keringat pekerja migran. Baik yang bekerja di sektor infrastruktur, perkebunan, perikanan, jasa, maupun perawatan dan pengasuhan.

Menurutnya, ada tiga negara ASEAN yang masuk menjadi 20 negara penerima remitansi terbesar pekerja migran. Yaitu, Philipina, Vietnam dan Indonesia. “Namun nyatanya, negara-negara ASEAN masih abai terhadap persoalan pekerja migran,” katanya, saat membuka kegiatan “Mendengar Suara Akar Rumput (Catatan untuk Keketuaan Indonesia pada ASEAN Summit ke-43)”.

Acara curah pendapat tersebut berlangsung secara hibrida yang berpusat di East Java Super Corridor (EJSC) kompleks gedung Bakorwil V Jawa Timur di Jalan Kalimantan, Kecamatan Sumbersari, Jember, Selasa 22 Agustus 2023. Agenda itu, juga diikuti secara daring oleh pekerja migran dan mantan pekerja migran dari Malaysia, Banyuwangi (Jawa Timur), Lombok (NTB), Kebumen dan Wonosobo (Jawa Tengah), Indramayu (Jawa Barat), serta Lembata (NTT).

“Dan inilah yang harus kita dorong agar seluruh negara ASEAN memaksimalkan komitmen global untuk menyusun peta jalan terkait perlindungan pekerja migran, sebagai bagian tak terpisahkan dari ASEAN Vision 2050,” imbuhnya.

Editor : Mahrus Sholih
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bus di Jember Hangus Terbakar Saat Melintas di Jalan Arwana

57 tahun lalu

Bea Cukai Jember Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal Skala Besar Bernilai Miliaran Rupiah

57 tahun lalu

Tragis! Ambil Layang-Layang di Atap Gedung, Bocah di Jember Tewas Tersengat Listrik

57 tahun lalu

Tabrakan Beruntun 2 Motor dan Mobil di Jember Terekam CCTV, 4 Orang Luka

57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Motor dengan Truk di Jember, 2 Perempuan Tewas Terlindas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal