Menteri LHK Siti Nurbaya Dikukuhkan sebagai Guru Besar Kehormatan UB

Avirista Midaada
Menteri LHK Siti Nurbaya saat pengukuhan sebagai guru besar di Universitas Brawijaya, Sabtu (25/6/2022). (Foto: MPI/Avirista Midaada).

MALANG, iNews.id - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar dikukuhkan sebagai profesor bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Alam oleh Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (25/6/2022). Siti Nurbaya Bakar menjadi guru besar ke-30 di Fakultas Pertanian dan guru besar kehormatan pertama Fakultas Pertanian UB. 

Pengukuhan guru besar kehormatan ini dihadiri Rektor Universitas Brawijaya, Pimpinan dan anggota Majelis Wali Amanah, Pimpinan dan anggota Senat Akademik Universitas. Selain itu Hadi juga pimpinan dan anggota dewan profesor, pimpinan fakultas, kembaga dan departemen UB.

Sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju hadir. Mereka yakni Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Menteri Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Selain itu para tokoh pendidikan dan pemerintahan, perwakilan NGO, dan jajaran pejabat KLHK, serta perwakilan Pemerintah Daerah (Pemda).

Pada orasi ilmiahnya, Siti Nurbaya menyampaikan, kebaharuan (novelty) tentang Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, dengan memberikan target pembangunan yang sangat fokus. 

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah pembangunan sektor kehutanan, seluruh program kegiatan memiliki indikator dan satuan volume ukur yang sama, yaitu CO2e," kata Siti Nurbaya di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya. 

Target kinerja sebelumnya menggunakan berbagai satuan, seperti hektar, meter persegi, ton, dan rupiah. Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 juga mendorong kinerja sektor kehutanan menuju target pembangunan yang sama, yaitu tercapainya tingkat emisi GRK sebesar-140 juta ton CO2e pada tahun 2030.

"Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dilaksanakan melalui pendekatan terstruktur dan sistematis, dikembangkan dengan pendalaman hubungan kausalitas antar kebijakan menghadapi tantangan global pengendalian perubahan iklim, sehingga Indonesia dapat memberikan contoh kejujuran bahwa komitmen bukan hanya sekedar janji pledge, akan tetapi betul-betul bekerja dalam delivered commitment," ujarnya.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Oknum Guru Besar Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswa Asing, Ini Respons Rektor

57 tahun lalu

Guru Besar UIN Palopo Dilaporkan ke Polisi, Diduga Lecehkan Mahasiswi

57 tahun lalu

Pesan Zainal Arifin Mochtar ke Pelaku Teror: Jangan Jualan Polisi untuk Nakutin Orang

57 tahun lalu

Terungkap! Peneror Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Mengaku Polisi, Ini Ancamannya

57 tahun lalu

Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Diteror Lewat Telepon, Diancam Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal